You are currently viewing Menuju Sekolah Berkelanjutan, SMAIT ABBSKP Gelar Pembinaan Pengelolaan Sampah Mandiri Bersama DLH Kulon Progo

Menuju Sekolah Berkelanjutan, SMAIT ABBSKP Gelar Pembinaan Pengelolaan Sampah Mandiri Bersama DLH Kulon Progo

KULON PROGO – Dalam upaya mewujudkan lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan mandiri dalam pengelolaan lingkungan, SMAIT Abu Bakar Boarding School Kulon Progo (ABBSKP) menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Pengelolaan Sampah pada Rabu (22/7/2026). Acara yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 11.45 WIB ini bekerja sama langsung dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kulon Progo.

Dipandu oleh Sriatun, S.Pd., M.A., Gr. selaku pembawa acara, kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, dewan guru, tim kebersihan sekolah, serta perwakilan santri murid.

Acara diawali dengan sambutan dari Kepala SMAIT ABBSKP, Ustaz Salim, S.Ag., M.Pd. Beliau menyampaikan keberlanjutan komitmen sekolah dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Sebelumnya kita sudah melakukan pemilahan sampah, dan kini saatnya kita melangkah lebih jauh untuk mengelola sampah secara mandiri. Jika kita dapat mengelolanya dengan baik, sampah tersebut justru akan menjadi berkah bagi kita semua,” tutur Ustaz Salim seraya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir.

Dukungan penuh juga datang dari Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Kabupaten Kulon Progo yang diwakili oleh Bapak Wahyu Bambang, S.E. Beliau menegaskan pentingnya peran sekolah sebagai tempat pembentukan karakter peduli lingkungan.

“Sekolah bukan hanya tempat mengasah akademik semata, melainkan juga laboratorium karakter. Kepedulian lingkungan yang paling dekat dengan kita adalah pengelolaan sampah demi kenyamanan dan kesehatan bersama,” ujar Wahyu Bambang yang turut menekankan pentingnya penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan dan Pengembangan Persampahan dan Pertamanan DLH Kulon Progo, Bapak Ade Wahyudianto, S.T., M.IL., memberikan apresiasi tinggi kepada SMAIT ABBSKP. Beliau mengungkapkan bahwa SMAIT ABBSKP terpilih sebagai salah satu dari 15 sekolah yang direkomendasikan menjadi percontohan sekolah mandiri sampah di Kulon Progo.

Sesi inti pembinaan diisi oleh dua narasumber pakar dari DLH Kulon Progo, yaitu Tsalasatun Alfiah, S.Tr.Kes. dan Muhammad Anwar Fauzi, S.T. Dalam pemaparannya, pemateri mengingatkan kembali dasar hukum pengelolaan sampah berdasarkan UU No. 18 Tahun 2008, di mana setiap individu wajib mengurangi dan menangani sampah dengan cara yang berwawasan lingkungan. Pemateri juga menggarisbawahi bahwa paradigma lama “Kumpul – Angkut – Buang” sudah tidak relevan lagi dan harus digantikan dengan budaya baru: Pemilahan, Pengurangan, Pemanfaatan, dan Pendauran Ulang.

Beberapa poin edukasi penting yang disampaikan meliputi yang pertama pemilahan 4 Jenis Sampah. Pengelompokan wadah sampah yang diberi tanda khusus untuk Organik, Anorganik, Residu, dan B3. Selanjutnya, menerapkan Prinsip 3R. Pemateri juga memaparkan tentang Teknik Ember Tumpuk. Langkah ini sangat krusial karena TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) kini tidak lagi menerima sampah organik guna memperpanjang usia TPA. Selain itu, pemateri menyampaikan tentang pengelolaan sampah anorganik yang dapat dikelola secara mandiri atau disalurkan melalui program Bank Sampah.

Di akhir sesi, pemateri menekankan pentingnya peran aktif seluruh warga sekolah mulai dari memilah sampah sejak dari rumah/asrama, berpartisipasi dalam bank sampah, hingga menjadi agen edukasi dan kampanye lingkungan.

Melalui kegiatan pembinaan ini, SMAIT Abu Bakar Boarding School Kulon Progo diharapkan mampu menjelma menjadi sekolah yang BERKELAS (Bersama Kelola Sampah) demi keberlanjutan lingkungan dan kesehatan bersama.

Penulis : Eni Rahmawati