KULON PROGO — Jum’at (14/8/2026) Dalam upaya meningkatkan kualitas spiritual, memperkokoh aqidah, serta mempererat tali silaturahmi antarstaf kependidikan, SMAIT ABBSKP menyelenggarakan kegiatan Upgrading Ruhiyah berlokasi di Rumah Makan Dapur Semar. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh Ustaz dan Ustazah yang terdiri dari Guru dan Tenaga Pendidik (Tendik) di lingkungan SMAIT ABBSKP.
Rangkaian acara berlangsung khidmat dipandu secara resmi oleh pembawa acara, Ustazah Ema Hesti Duta Negara, S.E., Gr. Acara diawali dengan sesi registrasi peserta dan coffee break pada pukul 12.30 WIB, sebelum akhirnya dibuka secara resmi pada pukul 13.15 WIB. Ketenangan dan kekhusyukan menyelimuti lokasi acara saat Ustaz Muhamad Zaki Mubarok melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an pada pukul 13.20 WIB.
Pada pukul 13.25 WIB, acara dilanjutkan dengan Sosialisasi SE Halaqah Quran dan Bina Pribadi Islam (BPI) Pegawai yang disampaikan oleh Ustaz Ziyad Fauzi Ahmad, S.Pd., M.Pd., Gr. Beliau memaparkan terkait tujuan dan ketentuan BPI Pegawai. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa BPI merupakan program wajib pembinaan pegawai di setiap sekolah yang bernaung di bawah Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT).
“BPI adalah sarana penting yang membedakan sekolah kita dengan sekolah lain dalam hal pembinaan pegawai,” papar Ustaz Ziyad.
Selain BPI, dijelaskan pula ketentuan mengenai Halaqah Quran yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas, kerapian, serta hafalan Al-Qur’an bagi seluruh pegawai.
Memasuki agenda utama pada pukul 13.35 WIB, sesi Mauidhoh Hasanah disampaikan oleh Ustaz Salim, S.Ag., M.Pd. Beliau mengawali pemaparannya dengan mengajak para peserta merefleksikan pemahaman dan perasaan mereka sebelum serta sesudah bergabung dengan SMAIT ABBSKP.
Ustaz Salim menjelaskan konsep Darul Arqam, yaitu tempat yang digunakan oleh Rasulullah SAW sebagai pusat pengkaderan dan pembinaan dakwah pada masa awal Islam melalui metode dakwah sirriyah (sembunyi-sembunyi) dan dakwah fardiyah (secara personal).
Dalam tausiyahnya, Ustaz Salim mengangkat kisah perjuangan Ammar bin Yasir dan keluarganya. Sebagai golongan masyarakat bawah yang masuk Islam pada periode awal, keluarga Yasir menghadapi cobaan fisik yang luar biasa hebat
“Keteguhan dan kekuatan luar biasa dari keluarga Yasir lahir karena aqidah mereka yang sangat kuat kepada Allah SWT. Ammar bin Yasir adalah hasil nyata dari dakwah Rasulullah SAW di Darul Arqam atas keteladanan beliau,” tegas Ustaz Salim.
Beliau juga mengulas perjuangan para sahabat lain seperti Ali bin Abi Thalib dan Bilal bin Rabah yang mengalami kekerasan saat masuk Islam. Semua perjuangan tersebut bermuara pada tujuan meninggikan kalimat Allah, yang berpuncak pada kemenangan (sebagaimana tercantum dalam Surah An-Nasr). Melalui dakwah yang santun, melindungi, dan tidak menindas.
Dalam tausiyahnya beliau juga menegaskan kembali urgensi BPI sebagai program wajib untuk pegawai.
“Melalui BPI, kita ingin membentuk pegawai yang sesuai dengan tujuan utama sekolah, yaitu mencakup husbul ma’isyah (kemandirian), tanmiyatul kafa’ah (pengembangan kompetensi), dan nasrul fikrah (penyebaran pemikiran Islam),” tegas ustaz Salim.
Di akhir sesi, Ustaz Salim membacakan nasihat mendalam mengenai pentingnya menata niat. Beliau mengingatkan tentang kisah seorang ilmuwan, guru, maupun dermawan yang dicampakkan oleh Allah SWT karena salah niat.
“Ikhlas adalah ketika seorang muslim, melalui perkataan dan perjuangannya, hanya mengarahkan tujuan kepada Allah demi mendapat ridha dan balasan-Nya semata, tanpa tergiur oleh harta, materi, ketenaran, derajat, maupun pangkat duniawi,” tutur beliau menutup tausiyahnya.
Seluruh rangkaian acara Upgrading Ruhiyah berakhir pada pukul 15.00 WIB. Diharapkan materi dan pesan spiritual yang disampaikan dapat menjadi sumber inspirasi bagi seluruh tenaga pendidik SMAIT ABBSKP dalam mengemban amanah pendidikan.
Penulis : Eni Rahmawati
