SMAIT Abu Bakar Boarding School Kulon Progo menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) bertajuk Implementasi Pembelajaran Mendalam pada Jumat (13/2). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman pendidik terhadap arah kebijakan baru pendidikan nasional, khususnya terkait Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses.
FGD ini menghadirkan Bapak Drs. Sudarmadi, M.Pd.Si., selaku Pengawas Pembina SMAIT Abu Bakar Boarding School Kulon Progo, sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, beliau menjelaskan secara komprehensif perubahan paradigma yang diusung dalam regulasi terbaru tersebut. Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 menandai pergeseran pendekatan pembelajaran, dari yang sebelumnya berorientasi pada aspek administratif dan kelengkapan dokumen, menuju pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) yang menekankan kualitas proses dan pengalaman belajar peserta didik. Fokus pembelajaran tidak lagi semata pada pemenuhan administrasi, tetapi pada bagaimana murid benar-benar memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan pembelajaran secara bermakna.
Pembelajaran mendalam menekankan beberapa aspek penting, antara lain: 1) penguatan pengalaman belajar murid yang bermakna, 2) refleksi praktik mengajar guru secara berkelanjutan, 3) perbaikan kualitas pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan kesadaran dan kemandirian belajar peserta didik.
Lebih lanjut, Sudarmadi menekankan bahwa pembelajaran ke depan tidak lagi bersifat normatif-teknokratis semata, melainkan bergerak menuju pendekatan pedagogis-filosofis, di mana guru berperan sebagai teladan, pendamping, dan fasilitator belajar. Murid diposisikan sebagai subjek pembelajaran yang aktif, reflektif, dan mampu mengembangkan potensinya secara utuh. FGD ini juga membahas implementasi standar proses dalam pelaksanaan pembelajaran, mencakup peran pendidik, pengalaman belajar murid, serta kerangka pembelajaran yang melibatkan praktik pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan belajar, dan pemanfaatan teknologi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para pendidik memiliki pemahaman yang lebih utuh terhadap arah kebijakan baru serta mampu mengimplementasikan pembelajaran mendalam secara kontekstual di satuan pendidikan. FGD ini menjadi langkah strategis dalam menyongsong transformasi pembelajaran yang lebih bermakna, berkelanjutan, dan berorientasi pada kualitas pengalaman belajar murid.
Penulis: Ziyad Fauzi Ahmad
