Tim Sangga Pramuka ABBSKP pulang dengan penuh kehormatan dari Event Jelita-Ku XIV Tahun 2019 pada Senin (28/10) siang. Pasalnya, mereka berhasil memboyong piala gelar Juara Umum pada event ini. Mereka dengan penuh rasa bangga menunjukkan euforia kemenangan sebagai Juara Umum pada event yang diadakan Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kulon Progo pada tanggal 26-28 Oktober 2019.

Selama berlangsung, kegiatan bertajuk jelajah wisata di Kulon Progo ini tentu menyisakan rasa lelah dan kepenatan bagi peserta. Karena, dalam tiga hari kegiatan melakukan penjelajahan pada sesuai beberapa titik yang telah ditentukan oleh panitia. Namun, akhirnya terbayar dengan kemenangan dalam beberapa kategori lomba di event tersebut.

Di antaranya, mereka berhasil meraih Juara I Lomba Hasta Karya (diwakili oleh Ariq dan Akhyar) dan Juara III P3K (diwakili oleh Irfan, Umar A. Rosyid, Saddam, Faiz dan Satrio Luhur). Dan yang paling menggembirakan bagi tim ialah kemenangan mereka sebagai Juara I dalam Lomba PBB yang diikuti satu tim sangga. Atas tiga kemenangan inilah mereka berhasil mendapat gelar Juara Umum dalam Jelitaku XIV tahun ini.

Kemenangan ini patut dijadikan sebagai hadiah spesial Hari Sumpah Pemuda Tahun 2019 dari siswa kepada sekolah ini. Tentunya, semua peserta merasakan kelelahan selama mengikuti event ini berlangsung. Namun, berkat kekompakan tim yang dibangun dengan semangat kebersamaan adalah harga yang tidak dapat terbayar apapun. “Meskipun terasa lelah beberapa hari ini, akhirnya semangat itu ada hasilnya dan bersyukur membawa juara yang sangat berkesan,” ujar Faiz

Ariq menilai, jika lelah yang terasa oleh semuanya selama event ini adalah bagian dari perjuangan. Sebab, walaupun kaki terasa pegal karena jalan kaki dalam jarak cukup jauh tidak pernah menghentikan semangatnya. “Sangat melelahkan pastinya, kaki terasa pegal semua. Tapi, itu semua bagian perjuangan yang akhirnya menuai hasil yang memuaskan,” ungkapnya.

Sebelumnya, sempat terjadi perbedaan pendapat yang sengit di antara mereka. Hal tersebut dinilai wajar dan menjadi warna tersendiri bagi dinamika tubuh tim sampai akhirnya meraih predikat sebagai Juara Umum. Kemenangan ini menjadi hasil memuaskan dan tanpa sia-sia atas usaha yang telah dilakukan.

“Dan Alhamdulillah, usaha kami tidak sia-sia. Rasanya tidak menyangka bisa menjadi juara umum, mengingat banyak kekurangan yang tentu ada di tim kami. Bahkan, kami sempat mengalami perdebatan sengit dalam satu tim karena suatu hal sepele.Namun, di balik kekurangan itu semua akhirnya tertutup oleh semangat kami yang mengantarkan kemenangan berharga ini,”

Akhyar.

Sebagai penutup, pesan terpenting untuk kemenangan ini adalah semangat dan pantang menyerah. Tanpa dua kata itu kita akan menjadi orang yang lemah. “Intinya dalam setiap apapun kita harus pantang menyerah. Karena, orang yang menyerah itu pertanda lemah,” tutup Satrio. (fth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *