Milad Ke-5 ABBSKP: Tentang Sebuah Kesan dan Harapan

Milad Ke-5 ABBSKP: Tentang Sebuah Kesan dan Harapan

Memperingati milad ke-V ABBSKP tahun ini, untuk kali pertama dapat terlaksana secara luring pada Sabtu (19/2). Karena masih dalam masa pandemi, peringatan ini terbatas di kalangan civitas akademika saja. Baik untuk siswa yang tinggal di Boarding maupun para guru karyawan turut memeriahkan peringatan milad ini. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang melibatkan partisipan tamu dari luar sekolah.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah menyampaikan kesan positifnya terhadap event tahunan ini. Beliau sangat berterima kasih terhadap pihak-pihak yang telah bahu-membahu dalam menyukseskan peringatan ini. Baik dari panitia maupun para ustadz telah menunjukkan kerjasama yang solid untuk kegiatan bagus ini. Mulai dari pra acara hingga hari pelaksanaan tampak semua berjalan sesuai dengan rencana.

“Berharap milad ini menjadi awal yang lebih baik dari kemaren. Karena orang yang beruntung adalah ketika hari ini lebih baik dari kemaren. Dan hari esok lebih baik dari hari ini. Terima kasih kepada segenap panitia, yang telah menyulap masjid menjadi bagus. Juga terima kasih disampaikan kepada semua pihak yang telah mensupport kegiatan ini. Semoga keberkahan untuk kita semua atas terselenggaranya acara ini,” sambutnya.

Sementara itu Ustadz Nurrohman, selaku Pengasuh Pesantren Abu Bakar menyampaikan harapan besarnya di usia ke-5 sekolah ini. Beliau berharap ABBSKP mampu melahirkan generasi yang cerdas dalam segala aspek. Lebih kepada asas manfaat nanti di masyarakat dari apa yang dapat diberikan siswa ketika nanti sudah menjadi alumni.

“Tentunya harapan besar itu tak jauh dari doa semoga dari Abu Bakar ini kita dapat melahirkan generasi yang selalu siap menebar manfaat. Juga melahirkan generasi yang cerdas baik hati, pikiran, dan perbuatan,” ungkapnya.

Meskipun sederhana, tetapi sangat berkesan bagi panitia secara khusus maupun pihak-pihak yang terlibat dalam event tahunan ini. Ada yang berbeda dari biasanya. Panitia boleh dinilai sangat giat mengawal dari satu kegiatan ke kegiatan lainnya. Mulai dari lomba yang bersifat internal maupun eksternal, semua terlihat berjalan seperti yang direncanakan.

Hadir tamu kehormatan, Muhammad Jazir turut memberikan taushiyahnya. Beliau yang merupakan salah seorang tokoh penggerak kepengurusan masjid di Indonesia menerangkan pentingnya memahami sesuatu berdasarkan esensinya. Milad yang identik dengan ulang tahun biasanya ada potong tumpeng. Menurutnya, hal ini harus dimaknai sebagai sesuatu jalan menuju lebih baik dan sesuai rencana awal.

“Ada pemotongan tumpeng harus dipahami. Tumpeng sendiri bermakna tumuju marang kang lempeng. Menuju jalan yang lurus. Perjalanan 5 tahun SMA IT Abu Bakar ini, jangan sampai menyimpang. Maka, milad itu berarti rediscovery. Tujuannya tak lain adalah untuk kembali menemukan apa yang menjadi keinginan arah revolusi melalui proses pendidikan ini pendidikan. Kenapa di Abu Bakar? Itu harus ditemukan supaya kita merasa berada di tempat yang benar. Kalau sekolah itu hanya sekadar memperoleh ijazah, itu sangat mudah bahkan bisa mencetak lebih bagus bentuknya daripada yang sudah ada,” pungkasnya. (fth)


Leave a Reply