Menutup Pembelajaran Semester Gasal 2020/2021, SMA IT ABBSKP Adakan POMG Virtual

Menutup Pembelajaran Semester Gasal 2020/2021, SMA IT ABBSKP Adakan POMG Virtual

Sebagai akhir dari rangkaian kegiatan pembelajaran, sekolah adakan POMG (Pertemuan Orang tua Murid dan Guru) pada Sabtu (21/12) pagi. Karena masih dalam masa pandemi, acara ini dilakukan secara virtual. Acara yang diikuti seluruh siswa dan Orang Tua Wali siswa ini, sekaligus dirangkaikan dengan penerimaan laporan hasil belajar siswa.

Dalam sambutannya, kepala sekolah mengungkapkan bahwa pelaksanaan belajar daring menjadi satu konsekuensi yang tidak dapat dihindari. Terlepas dari kekurangan yang ada, pembelajaran daring dinilai berhasil terlaksana selama kurang lebih satu semester. Di sinilah sesungguhnya, peran orang tua sangat membantu terlaksananya kegiatan pembelajaran secara tidak langsung.

“Satu semester ini, kegiatan pembelajaran daring telah kita lakukan. Tentunya, kegiatan daring ini mengalami banyak keterbatasan. Karenanya, orang tua wali murid merupakan guru pendidik yang membantu kami yang ada di sekolah,” ungkap Kepala Sekolah.

“Satu semester ini, kegiatan pembelajaran daring telah kita lakukan. Tentunya, kegiatan daring ini mengalami banyak keterbatasan. Karenanya, orang tua wali murid merupakan guru pendidik yang membantu kami yang ada di sekolah,”

Kendati demikian, beliau juga mengingatkan bahwa peran orang tua sangat penting bagi keberlangsungan pendidikan anak-anak selama di rumah. Karena, pendidikan merupakan tugas wajib bagi orang tua. Utamanya dalam masa pandemi saat ini, orang tua tentu merasakan beratnya mendidik anak-anak sendiri di rumah.

“Meskipun mestinya tugas mendidik adalah tugas orang tua, kami dari pihak sekolah sifatnya hanya membantu. Di saat pandemi seperti ini, kita sebagai orang tua tentu merasakan beratnya mendidik anak-anak sendiri di rumah. Setiap hari mereka bergelut dengan gadget dan laptopnya. Karena, kita sebagai orang tua memiliki peranan yang besar dalam membersamai pembelajaran tersebut yang telah didesain oleh para guru yang ada di sekolah,” tambahnya.

“Meskipun mestinya tugas mendidik adalah tugas orang tua, kami dari pihak sekolah sifatnya hanya membantu. Di saat pandemi seperti ini, kita sebagai orang tua tentu merasakan beratnya mendidik anak-anak sendiri di rumah. Setiap hari mereka bergelut dengan gadget dan laptopnya. Karena, kita sebagai orang tua memiliki peranan yang besar dalam membersamai pembelajaran tersebut yang telah didesain oleh para guru yang ada di sekolah,”

Ust Salim, S.Ag.

Sebagai pemateri inti, acara ini mengundang Bapak Muhammad Firman, S.Si., seorang pakar talents mapping yang sangat kompeten di bidangnya. Tujuannya, tak lain supaya orang tua dapat memahamai pentingnya membangun karir anak sejak dini. Karena bagaimana pun nantinya, anak akan menjalani karir masa depannya secara mandiri.

“Kita akan sama-sama lihat bagaimana langkah yang benar untuk membangun konsep karir. Pendidikan yang mereka tempuh saat ini adalah proses untuk menuju kehidupan di masa depan nanti sebagai pribadi seorang muslim yang baik imannya dan berperan positif di tengah masyarakat,” ujarnya.

Untuk menentukan karir masa depan anak, tentu harus memahami konsep membangun karir secara benar. Karena dengan konsep pemahaman tersebut, setidaknya akan membuka peluang besar kesuksesan anak di masa depan. Di sinilah letak pentingnya memahami konsep membangun karir bagi orang tua. Karena hakikatnya kemanfaatan anak di ruang publik nanti, akan ditentukan Kepercayaan dari keluarga terhadap anak selama di rumah.

“Dalam membangun konsep karir, di situ harus meliputi konsep karir yang benar, mengerti potensi diri agar memahami kapasitas dirinya dan memahami dunia kerja. Kemudian seorang pelajar itu berangkat dari rumah. Sebelum meraih kepercayaan publik, dia telah mendapatkan kepercayaan orang tua. Hakikatnya kemanfaatan di tengah masyarakat merupakan kelanjutan dari bermanfaat di tengah keluarga,” imbuhnya.

Kemandirian anak juga akan menjadi bagian penting dalam perencanaan karir baginya. Dukungan orang tua penting, akan tetapi segalanya akan bergantung pada anak yang akan menjalani masa depannya. Maka, di sinilah pentingnya mengajarkan kemandirian sejak masa belajar anak sekarang.

“Merencanakan karir anak, juga penting untuk membangun kemandirian padanya. Karena anak kita yang akan memilih dan menjalaninya. Jurusan apapun yang mereka pilih, dukungan orang tua terhadap pilihan tersebut, tetap akan kembali kepada anak yang akan menjalankannya. Maka sejak awal kita sebagai orang tua harus membantu mereka yang menjadi pribadi yang mandiri,” tutupnya. (fth)

Leave a Reply